28170755

  • Judul: Malam-malam Terang
  • Penulis: Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi
  • Penerbit: GPU
  • Jumlah Halaman: 246 hal.
  • Rating: ★★★★☆

 

Berawal darikegagalan memperoleh nilai ujian akhir yang cukup untuk melanjutkan sekolah di SMA impiannya di Yogya, Tasniem, gadis yang saat itu baru 15 tahun , menantang dirinya untuk merantau ke luar negeri. Berbekal restu sang ibu yang rela menjual sepetak tanah, ia berangkat ke Singapura melanjutkan sekolah dengan tekad memenangi apa yang ‘direbut’ darinya.

Hidup di Singapura dan belajar di sekolah internasional mengantarkan Tasniem melihat dunia global. Di sisi lain, remaja belasan tahun ini juga didera cobaan hidup merantau: rindu keluarga, kesepian, terasing, dan uang pas-pasan seringkali merayunya untuk menyerah dan pulang.

Beruntung, Tuhan kirimkan tiga teman serantau; Cecilia asal China, Aarin asal India, dan Angelina dari Indonesia. Empat sekawan ini sekalipun berbeda dalam keyakinan dan banyak hal lain, berhasil melewati suka-duka dan sukses membangun persahabatan. Petualangan mereka menjadi suguhan menarik sarat makna.

Mampukah Tasniem memenangi apa yang menjadi tekadnya?

Mampukah ia menjadi bintang yang paling terang?

– – –

 

 

Dunia Tasniem seolah kiamat setelah mengetahui bahwa nilai EBTANAS-nya tidak mencukupi untuk mendaftar disekolah favoritnya. Berhari-hari ia sulit tidur dan bermimpi buruk. Untuk meredakan sedikit kesedihannya, ia pun ke rumah neneknya sambil melepas kerinduan.

Tak disangka, di rumah neneknya lah Tasniem menemukan petunjuk akan ke arah mana langkah selanjutnya ia ambil. Dengan tekad yang sudah mantap, Tasniem mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah di Singapura.

Singkat kata, Tasniem pun sudah berada di Singapura. Bersekolah di luar negeri Tasniem mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kemampuan bahasa Inggrisnya masih jauh tertinggal dibanding teman sekamarnya. Namun keterbatasan itu tak melemahkan Tasniem. Berbekal kamus tebal, ia pun belajar bahasa inggris kapan pun dan di mana pun.

Sebelum memulai review, aku ingin jujur akan satu hal. Sebenanrnya ketika aku mengatakan kesediaan untuk membaca buku ini, aku tidak tahu jika buku ini adalah autobiografi. Aku yang kurang suka dengan nonfiksi pun merasa tidak bersemangat untuk mulai membaca.

Di luar dugaan, ternyata kisah Tasniem sangat menarik untuk diikuti. Gaya berceritanya yang apa adanya membuatku merasa seperti tidak sedang membaca, melainkan diceritakan langsung oleh penulisnya.

Membaca buku ini kita diajarkarkan bahwa segala kesulitan akan bisa  diatasi dengan tekad yang kuat dan kerja keras. Tasniem yang mulanya merasa gagal karena nilainya yang ‘tidak cukup bagus’ justru sanggup bersekolah di sekolah Internasional.

Selain tekad dan kerja keras, dukungan dari keluarga juga sangat diperlukan. Aku berkali-kali tersentuh dengan cara ayah Tasniem (Bapak Amin Rais) memberinya semangat agar pantang menyerah melalui doa-doa dan wejangan yang tidak menggurui. Aku benar-benar merasakan kehangatan keluarga Tasniem dari nasihat-nasihat ayahnya.

DSC_0422Hal lain yang tak kalah penting adalah kehadiran sahabat. Di tanah rantauan, Tasniem sangat beruntung memiliki sahabat yang meskipun berbeda agama, namun dapat saling bertoleransi. Masa-masa berat seperti persiapan menjelang ujian dihadapi bersama. Dengan begitu, belajar semalaman pun terasa menyenangkan.

Kisah Tasniem dalam menuntut ilmu di negeri orang sungguh sebuah cerminan bahwa apapun keinginanmu, jika kau memiliki tekad yang kuat kau akan bisa meraihnya suatu hari nanti. Jadikanlah kegagalan hari ini sebagai pelajaran agar tidak mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari.

Hanya ada satu catatan untuk buku ini yaitu tidak adanya footnote untuk menjelaskan beberapa kalimat dan kata asing. Percakapan Tasniem dengan neneknya yang berbahasa jawa lebih baik diberi catatan kaki daripada penulis menjelaskan kembali maksud kalimat tersebut di kalimat berikutnya. Ini untuk mencegah perulangan kalimat yang tidak perlu.

Selain hal itu, aku tak memiliki kritik apapun pada novel ini. Sebuah novel inspiratif yang sangat perlu di baca untuk kalian yang lagi butuh suntukan semangat. Denga-dengan buku ini akan difilmkan ya? Semoga semuanya lancar dan aku (Insyaallah) pasti akan nonton!

Advertisements