30047446

  • Judul: Landline
  • Penulis: Rainbow Rowell
  • Penerjemah: Airien Kusumawardani
  • Penerbit: Penerbit Spring
  • Jumlah Halaman: 370 hal.
  • Rating: ★★★★☆

JIKA KAU PUNYA KESEMPATAN KEDUA UNTUK CINTA, APA KAU AKAN MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SAMA?

Sebagai mesin aktu, sebuah telepon ajaib tidak terlalu berguna.

Penulis acara TV Georgie McCool tidak bias benar-benar mengunjungi masa lalu –satu-satunya yang bias ia lakukan hanya meneleponnya, dan berharap masa lalunya menjawab.

Dan berharap pria itu menjawab.

Karena begitu Georgie sadar ia memiliki telepon ajaib yang bias menghubungi masa lalu, ia hanya ingin memulihkan hubungannya dengan suami, Neal.

Mungkin Georgie bias memperbaiki berbagai hal di masa lalu mereka yang sepertinya sudah tidak bias diperbaiki di masa sekarang. Mungkin telepon konyol ini member Georgie kesempatan untuk mengulang semua dari awal lagi…

Apa Georgie ingin mengulang semua dari awal?

– – –

Bisa dibilang, Georgie adalah penulis acara TV yang sukses. Pekerjaannya adalah membuat orang tertawa melalui acara komedi. Hanya saja, kehidupan rumah tangganya tak seceria komedi-komedi yang ia tulis. Rumah tangga yang telah ia bisa selama lima belas tahun terancam perceraian. Suami yang teramat dicintainya, Neal, ‘pergi’ meninggalkan Georgie bersama anak-anaknya seminggu sebelum Natal. Padahal jika saja Georgie mau, dia bias saja ikut. Alasannya hanya satu, Georgie sangat sibuk dengan acara TV-nya. Ia tak bisa melewatkan kesempatan besar tersebut.


“…Neal tidak pernah mengirim SMS, jadi ia tak pernah memeriksa ponselnya: rasanya seperti mengirim SMS ke ruang hampa” (hal. 14)


Di tengah kegelisahan Georgie akan nasib rumah tangganya, ia berusaha menghubungi Neal melaui ponselnya. Tapi ia selalu saja terhubung dengan kotak suara. Ponsel Georgie yang baterainya rusak pun tak membantu banyak. Akhirnya, Georgie menggunakan cara lama, yakni menghubungi Neal melalui telepon rumah.

Georgie memang bberhasil menghubungi Neal. Namun bukan Neal yang diharapkannya. Pria yang menjawab telepon itu adalah Neal yang masih menjadi pacar Georgie. Ternyata telepon kuning itu adalah mesin waktu yang membawa Georgie ke masa lima belas tahun silam. Kini Georgie punya kesempatan untuk memperbaiki pernikahannya. Tapi, bagaimana caranya?

Ini novel kesekian yang kubaca dari Rainbow Rowell. Awalnya sempat ragu karena novel dewasa lain dari Rowell pernah membuatku kapok alias bosan setengah mati. Namun karena tema yang diangkat cukup unik, telepon yang berfungsi sebagai mesin aktu, aku pun membaca meskipun tanpa ekspektasi apa-apa.

Ternyata novel ini sangat menarik!

16-06-16-09-38-02-830_decoDengan alur zigzag, Rowell mengajak kita mengenali lebih dalam kehidupan Georgie dan Neal sebelum dan setelah menikah. Kita di bawa ke masa saat Georgie yang ‘tanpa malu’ terus mendekati Neal. Saat-saat Neal mulai tertarik pada Georgie, hingga akhirnya mereka menikah.

Hal yang membuatku sangat kagum pada Rowell adalah kemampuannya menulis percakapan sehari-hari dengan sangat nyata. Semua terasa natural seolah-olah Rowell merekam percakapan kemudian menuliskannya ke dalam cerita (atau memang seperti itulah prosesnya? *hehe). Dialog-dialog yang sederhana itulah yang menjadi kekuatan utama novel ini. Kita seolah berada dalam kehidupan Georgie, melihatnya menderita karena ditinggal Neal dan mendukung usahanya demi mendapatkan Neal kembali.

Selera humor Rowell pun ikut memberi pengaruh yang cukup besar untuk membuat novel ini menarik. Tak terhitung berapa kali aku dibuat tertawa oleh lelucon yang dilontarkan Georgie, baik pada adiknya maupun teman kerjanya Seth dan Scooty.


“Ibu Georgie punya belahan dada yang spektakuler. Kecokelatan, berbintik-bintik, sedalam ‘enam belas kilometer’” (hal. 69)


“Seth sangat bodoh: Neal tidak gemuk. Tubuhnya hanya terlihat sedikit lembut. Kecil dan kuat, tidak bersudut” (hal. 94)


Karakter Georgie yang spontan dan apa adanya bisa mengimbangi Neal yang sangat kaku. Sungguh lucu, karena Georgie yang seorang penulis acara komedi justru tertarik pada Neal yang sangat jarang tertawa.


“Karena Neal tidak tertawa saat menganggap sesuatu lucu –ia tertawa saat sedang bahagia.” (hal. 315)


Namun pada akhirnya yang membuatku jatuh cinta pada cerita ini adalah karena Neal. Karakternya yang kaku, tidak romantis, jarang tersenyum apalagi tertawa, merupakan roda yang membuat cerita tetap berputar. Tidak bisa kubayangkan jika Neal memiliki watak seperti Seth yang blak-blakan, maka cerita akan berakhir tepat saat semuanya dimulai. Satu hal yang harus dicatat dari Neal, meskipun ia tidak romantis, namun kata-kata yang diucapkannya selalu jujur dan manis.


“Georgie. Kau tidak boleh cemburu pada Dawn –itu seperti matahari cemburu pada bohlam” –Neal (hal. 195)


Mungkin dengan Landline aku bisa memasukkan Rainboww Rowell ke dalam jajaran penulis yang harus kubaca semua karya-karyanya. Setelah ini kurasa aku harus membaca Fangirl *hehe.

Advertisements