29097303

  • Judul: Love Theft #2
  • Penulis: Prisca Primasari
  • Jumlah Halaman: 238 hal.
  • Rating: ★★★★☆

 

Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan sekaligus bertarung dengan perasaan, masing-masing.

Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.

Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi.

Masalah baru yang luput dari perhitungannya.

– – –


“Ngengat adalah mahluk yang indah. Dengan caranya sendiri” –Love Theft #2 (hal. 33)


 Setelah menjelaskan kepada Frea alasan tindakannya di pesta pada malam itu, Frea pun memaafkan Liquor. Frea tak ingin memperpanjang masalah itu lagi, apalagi saat ini Night masih menghilang.

Saat mereka ke apartemen Night untuk mengecek keberadaannya, mereka justru menemui Coco di sana. Ia juga sedang berusaha menemui Night.

Frea berusaha untuk meberitahu Liquor dan Night bahwa Coco memberi mereka lima hari untuk mengembalikan kalungnya, namun situasi Night dan Liquor benar-benar tak memungkinkan. Night depresi parah setelah resmi bercerai dengan istrinya, sementara Liquor tidak jauh berbeda. Apa yang dikatakan oleh Coco di hari itu ternyata berdampak besar bagi Liquor. Sesuatu dari masa lalu Liquor yang diketahui oleh Coco, dan ia memanfaatkannya untuk menyudutkan Liquor.

Setelah akhirnya berhasil melewati hari-hari ‘mati suri’ mereka, ketiganya memutuskan untuk bertanya pada Vito kepada siapa kalung Coco dijual. Alangkah terkejutnya mereka setelah mendapati bahwa Coco sendirilah yang telah membeli kalung itu

Merasa telah dipermainkan, Frea, Liquor, dan Night akhirnya berangkat menemui Coco untuk meminta penjelasan.


“Kita berangkat bertiga. Pulang pun bertiga” –Night (hal. 96)


Segalanya menjadi kacau setelah mereka mengetahui jati diri Coco yang sebenarnya. Coco yang merasa tersudut pun menodongkan senjata pada Liquor. Tepat sebelum senjatanya meletus, Night melemparkan dirinya diantara Coco dan Liquor, menjadi perisai. Night tertembak.

Kelanjutan Love Theft #1 ini masih berpusat pada Coco, Frea, dkk. Tidak ada tokoh baru yang ditambahkan penulis untuk menunjang cerita. Jika buku pertama melemparkan banyak misteri kepada pembaca, maka buku kedua adalah jawaban dari semua misteri. Tentang siapa sebenarnya Coco Kartikaningtias, seperti apa masa lalu Liquor, dan bagaimana kelanjutan hubungan Night dengan istrinya.

DSC_0134Membaca seri kedua tidak kalah serunya dengan seri pertama. Aku kagum dengan wawasan musik klasik penulis. Cukup membuat penasaran untuk mendengarnya sendiri, termasuk sebuah lagu yang dimainkan Night di pesta (Opus Clavicembalisticum). Aku sampai membuka youtube untuk membuktikan apakah lagu yang dimainkan oleh Night adalah ‘sampah’ bagi telinga awam. Dan benar… (bukan sampahnya) lagu itu memang terdengar sangat ‘kacau’ sekaligus hebat.

Pilihan penulis untuk menyelesaikan masalah Frea-Liquor-Night dan Coco cukup mengejutkanku. Aku berharap sesuatu yang heroik. Tidak perlu berdarah-darah atau banjir air mata. Aku menunggu sesutau yang emosional mengingat masa lalu Liquor memang terbilang menyedihkan. Terasa antiklimaks sebenarnya, tapi untungnya penulis menyelamatkan akhir cerita dengan sentuhan yang manis. Aku sangat suka adegan terakhir itu. Huhuhu…

Trus… tak lupa Tarantula ternyata masih diberi ‘jatah’ di buku kedua ini. Kukira ia tidak akan muncul lagi karena sebenarnya ia hanya karakter minor. Ada atau tanpa dia cerita akan tetap berlangsung (padahal dia karakter favoritku huhuhu…). Terima kasih kak Prisca karena masih mengingat Tarantula. Dan sekali lagi dia membuatku senyum-senyum sendiri dengan kalimatnya.


“Gue ahli motherboard dan bikin virus, nggak paham opera sabun” –Tarantula (hal. 134)


Sekali lagi aku ingin memuji penulis atas kepiawaiannya menghidupkan karakter. Setiap tokoh punya nafasnya sendiri-sendiri, bahkan ia mampu membuatku jatuh cinta pada Tarantula yang munculnya hanya sekitar empat kali di keseluruhan cerita.

Secara keseluruhan, ini kisah yang sangat menarik. Romantic, mengharukan, lucu, dibalut aksi-aksi seru dari komplotan pencuri. Sangat layak dikoleksi, utamanya bagi para pecinta manga dan musik klasik.

Advertisements