27995057

  • Judul: Love Theft #1
  • Penulis: Prisca Primasari
  • Jumlah Halaman: 190 hal.
  • Rating: ★★★★☆

 

Frea Renata gadis yang sangat payah di kampus.

Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan.

Untunglah, dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor.

Atau setidaknya, pemuda yang ‘dipanggil’ Liquor.

Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati Frea jatuh cinta padanya.

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya?

Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang dia pikirkan?

Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustrasi. Dan sangat khawatir.

– – –

Frea adalah seorang violis tanpa prestasi apa-apa. Setelah menerima kegagalannya dalam audisi sebuah acara resital, ia memantapkan hatinya untuk mengambil cuti kuliah. Dan untuk menjalankan kehidupan keduanya.


“Satu hal menjengkelkan dari musik klasik adalah kau selalu saja dituntut untuk mematuhi aturan” –Frea Rinata (hal. 52)


Di kehidupan keduanya, Frea memiliki teman-teman yang unik. Liquor, Night dan Tarantula yang semuanya adalah pencuri spesialis yang menggunakan serangga untuk mengalihkan perhatian korbannya. Mereka bukanlah pencuri sembarangan. Korban-korban mereka adalah orang-orang yang bergelimangan harta, dan hasil curian mereka sebagian besar disumbangkan kepada lembaga amal.


“Karena dosa yang dilakukan berkali-kali tidak akan terasa seperti dosa lagi” (hal. 125)


 

Suatu ketika, Liquor mendapat tugas untuk mencuri sebuah kalung senilai satu miliar dari seorang gadis sosialita. Tugas itu sukses, kalung itu berhasil Liquor ambil tanpa kesulitan sedikit pun. Namun ternyata ada masalah yang tersisa dari pencurian kalung itu. Masalah itu terus mengikuti Liquor dan Frea selama berhari-hari hingga mereka terpaksa harus bernegosiasi dengan sang pemilik kalung.

Sekali lagi rencana tak berjalan seperti dugaan awal. Ada hal yang luput mereka perhitungkan sehingga hubungan Frea, Liquor dan si pemilik kalung tak berhenti sampai di situ saja. Sementara Liquor berpikir keras untuk mencari jalan keluar, Frea malah disibukkan dengan perasaan cemburunya terhadap pemilik kalung.


“Kamu bisa aja mencuri sampai ratusan kali, semakin tenggelam setiap harinya, tapi saya tetap nggak akan pernah pergi.” –Frea Rinata (hal. 153)


IMG_20160419_114004_HDRLove Theft adalah buku kedua dari penulis Indonesia yang kubaca tahun ini. Sebenarnya aku tidak banyak membaca novel lokal karena sulit menemukan yang sesuai dengan seleraku. Tapi… Love Theft adalah satu pengecualian.

Baik cerita dan karakter yang menghidupkan novel ini terasa sangat Manga-ish. Khususnya Night yang memang berasal dari Jepang dengan gaya berpakaian serba gotik. Tapi sebenarnya bukan itu yang membuatku jatuh cinta pada ‘bacaan’ pertama, melainkan gaya bertutur Prisca Primasari yang lincah dan mengalir. Kemampuannya merangkai kata benar-benar mampu menggiring pembaca hingga ke halaman akhir buku tanpa sekalipun merasa bosan.

Nilai plus novel ini bukan hanya pada cara bertutur penulis, tapi juga pada wawasan musik klasiknya. Saran saja untuk kak Prisca, bahwa akan lebih baik jika istilah-istilah musiknya diberi catatan kaki agar pembaca yang awam jadi paham dengan istilah-istilah itu.

Terakhir, salut untuk karakternya yang sangat hidup. Baik Frea, Liquor, Night, dan Tarantula, mereka memiliki ciri khas masing-masing yang bisa membuat pembaca terbayang-bayang. Frea dengan musik klasiknya, Liquor dengan jaket garis-garisnya, Night dengan ghotic style­-nya, dan Tarantula dengan yah… laba-labanya. Dari semua karakter aku paling suka dengan Tarantula. Hacker dengan penampilan serampangan dan berjiwa bebas. Aku berharap di buku kedua dia mendapat porsi cerita yang lebih banyak.

Advertisements