13057314

  • Judul: Zero Moment (The Joshua Files #3)
  • Penulis: M. G. Harris
  • Penerjemeh: Nina Andiana
  • Penerbit: GPU
  • Jumlah Halaman: 357 hal.
  • Rating: ★★★★☆

“Ini belum selesai.” Itulah kata-kata terakhir ayah Josh sebelum tewas di gunung bersalju. Tapi bagi Josh, semuanya sudah berakhir. Ia sudah menemukan Codex Ix- buku kuno bangsa Maya yang memuat cara menyelamatkan umat manusia dari supergelombang galaksi pada tahun 2012. Ia juga berhasil mendapatkan Gelang Itzamna- alat yang semestinya berfungsi sebagai mesin waktu.

Jadi Josh berusaha menjalani kehidupan normal. Tetapi sepertinya bahaya memang tak pernah meninggalkan Josh. Ketika berada di Brasil untuk mengikuti kejuaraan capoeira, Josh sadar musuh-musuhnya masih terus membuntuti. Dan kali ini, mereka juga mengancam keselematan ibu serta teman-temannya.

Josh harus bertindak, dan mungkin saja ini akan menjadi titik nol baginya, awal baru dalam petualangannya mencari kebenaran.

– – –

Josh telah mengetahui kebenaran tentang ayahnya di Ice Shock. Baginya kebenaran itu adalah akhir dari petualangannya. Oleh karena itu, ia berusaha untuk hidup dengan normal bersama ibu dan teman-temannya. Ia kembali berlatih capoeira bersama Tyler demi persiapan kejuaraan dunia. Benicio juga ‘ikut’ bersama Josh untuk menjalani kehidupan ‘normal’ dengan berkuliah di Oxford.

Di Brasil, semua berjalan dengan menyenangkan sampai Josh menyadari bahwa Montoyo menyukai ibunya. Josh yang belum bisa melupakan penyebab ayahnya meninggal merasa ibunya telah mengkhianati ayahnya. Kejengkelannya semakin diperparah setelah melihat kenyataan bahwa Benicio juga menyukai Ixchel. Liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi neraka karena Josh terus menerus uring-uringan dan marah pada semua orang. Puncaknya, saat Josh dan yang lain naik buggy beberapa orang tampak menguntit kendaraan yang ditumpangi ibu, Ixchel dan Tyler. Firasat Josh mengatakan bahwa hal buruk akan segera terjadi, dan kali ini melibatkan orang-orang yang disayanginya.

Jauh lebih dalam dan kompleks dibanding dua buku pertama. Josh telah menginjak remaja, sebentar lagi umurnya 16 tahun dan menjadi Bakab. Josh sudah mulai jatuh cinta dan nalurinya semakin tajam. Buku ini sangat menarik! Bukan hanya intensitas aksi yang semakin bertambah, tapi juga pengembangan emosi Josh dan hubungannya dengan tokoh-tokoh lain semakin dalam.

DSC_0578Aku suka melihat Josh yang berusaha hidup normal meskipun di depan matanya kiamat 2012 terus membayang. Bukan hanya itu, dilema yang dirasakannya saat mengetahui fungsi Gelang Itzamna juga ikut membuat kisah ini menarik. Namun yang paling kusuka dari itu semua adalah persahabatan Josh dan Tyler, bagaimana Tyler selalu bisa memahami Josh dan selalu mendukung sesulit apapun keputusan Josh. Tokoh-tokoh hebat biasanya selalu punya teman yang hebat juga.

Tak ada lagi si Nissan Birru, Simon Madison karena ia tertangkap di awal cerita setelah membunuh seorang ilmuwan. Sebagai gantinya, muncul tokoh lain dari Sekte Huracan yang tak kalah merepotkan. Kemahirannya dalam capoeira sama sekali bukan tandingan Josh. Berkali-kali Josh nyaris mati karena berurusan dengan orang ini.

Kemudian ada Arcadia, tokoh yang menolong Josh di Ice Shock kembali disebut dalam buku ini. Sebenarnya aku sudah menebak siapa orang ini, dan sepertinya tebakanku benar hehe. Well, kita tunggu saja, siapa tahu masih ada twist yang disimpan M.G. Harris.


“Aku ingin berenang melaan arus waktu.” –Itaio Calvino


 

Advertisements