16165936

  • Judul: Apocalypse Moon (The Joshua Files #5)
  • Penulis: M. G. Harris
  • Penerjemeh: Nina Andiana
  • Penerbit: GPU
  • Jumlah Halaman: 389 hal.
  • Rating: ★★★★★

 

Akhir dunia yang diramalkan bangsa Maya kuno semakin dekat. Kali ini Josh harus mempertaruhkan nyawadalam misi paling berbahaya- melopat ke masa depan untuk mendapatkan kebenaran seutuhnya. Dan ia tiba di masa depan yang suram- ketika rencana untuk menghentikan bencana besar yang menghantam Bumi gagal total.

Benarkah itu masa depan yang harus dihadapi umat manusia? di tengah masa penuh kekacauanm bisakah Josh kembali ke garis waktunya sendiri dan… ke orang-orang yang disayanginya?

– – –

Semakin dekat dengan kiamat 2012, tingkah Dewan Eksekutif Ek Naab semakin membuat Josh kesal. Mereka tak pernah menyertakan Josh dalam pembicaraan mengenai pencegahan kiamat. Josh yang hampir berusia enam belas tahun tentu saja merasa tidak terima. Beberapa bulan lagi ia akan resmi menjadi Bakab, artinya ia berhak mengambil peran apapun untuk melindungi sukunya.


“Aku pernah tertembak di kaki, diserang dengan pisau, dijadikan subjek percobaan genetik, melihat orang-orang yang kusayangi disakiti musuh, melihat ayahku dipenjara, dan melihat ayahku mengorbankan nyawa demi menyelematkan aku” -Josh Garcia (hal. 13)


Merasa perlu bertindak, akhirnya Josh dan Benicio menelusuri jejak Sekte Huracan di sekitar danau di Becan. Di sebuah rumah yang mereka yakini sebagai markas Sekte Huracan, Josh dan Benicio menyalin data dari sebuah laptop milik salah satu anggota sekte. Rencana mereka tidak berjalan mulus karena Benicio tertembak di kakinya meskipun pada akhirnya mereka tetap berhasil lolos.

Kemunculan artikel tentang lubang hitam di tata surya sedikit mengalihkan Josh dari kekesalannya pada Dewan Eksekutif. Astrofisikawan bernama Dr. Banerjee itu kemudian mendapat kecaman dari ilmuan lain yang kemudian diyakini Josh sebagai anggota Sekte Huracan. Maka untuk mencari tahu apa kaitan lubang hitam itu dengan akhir dunia, Josh dan Ixchel pun terbang ke Chili.

Begitu hendak kembali ke Ek Naab, di tengah jalan mereka di hadang oleh tiga Muwan NRO, kelompok yang telah membunuh ayah Josh. Akhirnya karena terdesak, Josh kembali mengguanakan gelang untuk melompati waktu. Kali ini bukan ke masa lalu, tapi ia melompat ke masa depan.

DSC_0580Akhirnya sudah sampai di seri terakhir petualangan Josh. Bisa dikatakan bahwa buku ini merupakan kunci jawaban dari semua pertanyaan yang muncul sejak di buku pertama. Tentang siapa Blanco Vigoras, siapa Arcadio, dan seperti apa peran Tyler dalam buku ini. Pertanyaan mengenai Gen Bakab juga mendapat penjelasan yang lebih rinci.

Bisa dikatakan dari awal sampai pertengahan buku rasanya masih belum jelas alur cerita akan dibawa ke mana. Josh masih terjebak di masa depan dan malah terlibat dengan bahaya yang lebih serius. Untung saja buku ini tak pernah kehilangan aura misterinya sehingga membalik halaman demi halaman terasa sekejap mata.

Sempat kehilangan sosok Tyler di buku ke empat, kali ini M.G. Harris kembali melibatkan Tyler dalam petualangan Josh. Seneng banget karena sejak awal Tyler lah tokoh favoritku. Karakternya yang santai, blak blakan namun loyal merupakan hiburan tersendiri di tengah ‘keputusasaan’ Josh dengan ramalan akhir dunia. Dan sebagai bonus, M.G. Harris telah menyiapkan sesuatu yang melibatkan peran penting Tyler dalam buku ini.

Kemudian mengenai teoriku sendiri mengenai siapa sosok asli Arcadio, dugaanku sebenarnya tidak meleset. Bahkan siapa Blanco Vigoras juga sudah kutebak sejak kemunculan awalnya. Karena serial ini berhubungan dengan time parallel, maka dengan menghubungkan beberapa kisah dan petunjuk-petunjuk kecil, maka kita bisa menarik kesimpulan tentang sosok misterius tersebut. Hanya saja, M. G. Harris menaruh banyak jebakan di sepanjang cerita sehingga akan sangat sulit untuk menebak-nebak. Kuakui aku sempat tertipu dan meragukan analisaku sendiri. Tapi keseluruhan buku lima benar-benar memukauku. Cara penulis menyelipkan twist benar-benar jenius.

Meskipun sebelumnya aku sering mengeluh tentang plot hole, aku tidak bisa tidak mengatakan bahwa ini serial yang keren. Penulis sepertinya banyak mengenal tentang kode dan sandi serta huruf hieroglif sehingga petualangan Josh tak hanya sekedar pencarian tentang sesuatu yang hilang, namun lebih menyerupai usaha untuk menyusun sebuah puzzle raksasa. Beberapa potongan hilang, dan penulis menantang pembaca untuk menemukan potongan itu melalui membaca buku demi buku.


“Tunuh memang harus mati, itu benar. tetapi pengtahuan… pengtahuan itu abadi” -Ninbanda (hal. 352)


Advertisements