Tags

, , , ,

HARI-HARI EDITOR HARU

1005977_519732578081179_1130655631_n

Halo! Ini pertama kali setelah sekian lama aku memposting sesuatu yang lain selain review buku 😀 Tapi ini tidak kalah menarik, soalnya postingan kali ini berkaitan dengan salah satu penerbit favorit aku.

Sungguh suatu kehormatan Haru memilihku sebagai salah satu dari tim yang akan mewawancarai ‘prajurit’nya. Nah, untuk wawancara Hasywaro kali ini, aku berkesempatan mewawancarai Kakak Editor, salah satu posisi yang berperan penting dalam terbitnya buku-buku berkualitas Haru.

2AKatanya nih, kak Tor kerjaannya di kantor itu marah-marah. Marah-marah kalau naskah editannya banyak typo, marah-marah kalau sudah deadline tapi kerjaannya belum selesai, marah-marah kalau Admin banyak typo. T_T

Semoga artikel wawancara ini nggak ada typo yaa. Biar nggak kena marah lagi. Hehehe.

Okey! Gak perlu berlama-lama, yuk mari kita simak wawancara singkat dengan Kak Tor ini!

AYA: Di mana atau kapan saja kakak melakukan pekerjaan menyunting naskah? Apa hanya di kantor? Di rumah? Atau ke mana pun kakak pergi?

KAK TOR: Kapan pun dan di mana pun. Kalau bosan di kantor kadang ya mengerjakan naskah di café atau di ayunan depan kantor (di depan kantor beneran ada ayunan, lhooo). Kadang kalau masih penasaran sama kelanjutan cerita atau dikejar deadline biasanya juga sampai kerja di rumah.

Yang jelas pergi ke mana pun pasti bawa laptop. Ada waktu sedikit aja kalau bisa sih ya ngerjakan naskah. 😀

AYA: Apakah kakak pernah merasa kesulitan dalam menyunting sebuah naskah? Jika ada, naskah apakah itu?

KAK TOR: Pernah bangeeettt!!! Paling susah itu kalau ngedit naskah terjemahan yang bahasa aslinya nggak paham.

Contoh naskahnya apa, ya. Bingung juga jawabnya. Setiap naskah punya kesulitan sendiri-sendiri, sih. Ada naskah yang sulit di bagian edit kalimat supaya mudah dipahami, ada juga yang harus mengedit kesalahan tanda baca yang bejibun banyaknya, ada juga yang harus mengatur ulang tatanan paragraf, dan lainsebagainya, banyak banget pokoknya yang harus dikerjakan dan bikin bingung.

AYA: Selain menyunting naskah, apa kakak juga menyeleksi naskah yang masuk ke redaksi Haru Grup? Jika iya, hal apa yang pertama kali kakak lihat dalam naskah itu?

KAK TOR: Iya, kadang Pak Man kirim naskah luar dan naskah dari penulis Indonesia untuk dipilih dan dipertimbangkan (kalau naskah editan nggak numpuk). Yang dilihat pertama kali? Kalau untuk naskah lokal yang pertama saya lihat itu SINOPSIS. Kalau dari sinopsis saja nggak menarik, gimana mau baca isinya.

AYA: Selain memeriksa EYD, apa lagi yang kakak perhatikan dalam menyunting 2Dnaskah?

KAK TOR: KBBI, ketaksaan kalimat, logika dan alur cerita, typo (ini yang sering kecolongan), dan selingkung tentunya.

Ada yang belum tahu selingkung? Kalian ke mana saja? Mau tahu artinya? Googling! Kalau saya jelaskan di sini kepanjangan.

AYA: Kakak lebih suka yang mana? Menjadi penulis atau editor? Alasan kakak apa?

KAK TOR: EDITOR! Alasannya? Karena kerjaan editor itu tinggal ngedit naskah yang sudah jadi. Kalau jadi penulis kan harus mikir alur, logika, tokoh, karakter tokoh, dan lain-lain. Belum lagi kalau harus riset. Belum lagi kalau sudah kena writer block. Belum lagi kalau naskahnya ditolak editor dan redaksi (sering banget nolak naskah masuk dan kadang mikir kasihan juga ya ditolak).

Tapi kalau diberi kesempatan jadi penulis saya mau kok. Hehehehehe (lirik Pak Man) *senyum* *kedip* *senyum*.

2BAYA: Genre naskah seperti apa yang kakak suka?

KAK TOR: Semuanyaaa!!! Saya suka semua genre naskah. Jadi editor nggak boleh pilih-pilih genre, biar wawasan juga semakin luas. *kata bijak hari ini*

Kalau mau jadi editor harus suka semua genre. Jangan pilih-pilih!

AYA: Apa suka duka yang kakak alami selama bekerja di Penerbit Haru?

KAK TOR: Suka duka, ya? Hhhmmm….

  • Sukanya, kalau sudah dapat naskah baru untuk diedit atau sekadar dibaca. Anggapannya seperti dapat mainan baru dan bakal berhadapan dengan petualangan baru. Membaca dan mengedit naskah itu serasa berpetualang di dunia antah-berantah yang belum pernah kita kenal sebelumnya, dan itu seru banget! Hehe.
  • Dukanya, kalau sudah dikejar deadline. T_T

Apalagi kalau Pak Man dikit-dikit sudah mulai nanya, “Sudah sampai mana, Tor?”; “Besok bisa selesai kan, Tor?”; “Naskah yang kemarin kirimkan ke saya hari ini!”

Kalau sudah dengar Pak Man ngomel soal naskah rasanya pengen kabur aja. Kalau nggak ya tutup telinga pakai headshet. *ini berguna* *beneran* *serius*

Wah, kasihan juga ya Kak Tor kalau sudah ditarget Pak Man. Pukpuk ya Kak Tor. Hehe.

Semangat terus ya Kak Tor. ^^2E

Itu tadi hasil wawancara dengan Kakak Editor Haru Grup. Siapa yang berminat jadi editor? Harus banyak belajar dari Kak Tor, tuh. J

Kalau mau bertanya silakan kunjungi akun IG-nya ya di @editorharu. Tapi kalau dicuekin dan malah dijutekin harap sabar, ya. Mungkin Kak Tor lagi banyak dikejar deadline. Hehe. 😛

Minggu depan siapa lagi, ya?

Oh iya! kalau mau tau wawancara dengan Pak Man (Manajer Haru) bisa dicek di sini https://justsavemywords.wordpress.com/2016/02/17/update-blog-hasywaro-interview/#more-830

Advertisements