Tags

,

  • Judul: Harry Potter and The Half Blood Prince
  • Penulis: J.K. Rowling
  • Penerbit: GPU
  • Penerjemah: Listiana Srisanti
  • Jumlah Halaman: 816 hal.
  • Rating: ★★★★★

SIAPAKAH PANGERAN BERDARAH CAMPURAN?

Harry yang di tahun keenamnya di Hogwarts diangkat jadi kapten tim Quidditch Gryffindor merasa heran sekali, mendadak Quidditch jadi sangat popular. Banyak sekali anak yang ingin masuk tim, bahkan sampai ada anak-anak Hufflepuff dan Ravenclaw yang menyelundup. Tetapi seperti kata Hermione,

“Bukan Quidditch yang ngetop, tapu kau! Kau belum pernah semenarik ini, dan jujur saja, kau belum pernah sekeren ini.

“… Seluruh dunia sihir harus mengakui kau benar soal Voldemort telah kembali dan bahwa kau telah menghadapinya dua kali dalam dua tahun terakhir ini dan berhasil selamat dalam dua-duanya.. dan sekerang mereka menyebutmu ‘Sang Terpilih’- nah coba, tidak bisakah kau melihat kenapa orang terpesona olehmu?”

Pantas saja gadis-gadis sampai nekat mau memberikan ramuan cinta kepada Harry. Namun Harry tidak memusingkan semua ini. Hanya ada satu gadis yang memenuhi pikirannya. Lagipula dia sangat sibuk. Tahun ini Dumbledore memberinya pelajaran privat. Mempersiapkannya menghadapi musuh bebuyutannya, Lord Voldemort. Seperti dikatakan Ron, Dumbledore pasti tidak akan membuang-buang waktu memberinya pelajaran kalau dia menganggap Harry pecundang- dia pasti berpendapat Harry punya peluang!

Harry mengira citaa-citanya untuk menjadi auror telah kandas, karena nilai ramuannya tidak mencukupi. Namun dia keliru. Tahun ini Snape tidak lagi mengajar Ramuan, dan Harry menjadi yang paling pintar dalam kelas Ramuan- berkat bantuan Pangeran Berdarah Campuran!

– – –

Akhirnya semua orang percaya bahwa Voldemort telah bangkit kembali. Setelah Menteri Sihir melihat dengan matanya kepalanya sendiri Harry berduel dengan Voldemort di Kementrian Sihir. Harry mendadak sangat terkenal dan memiliki banyak pemuja.

Hanya saja Harry tetap tak punya waktu untuk menikmati semua itu. Pelajaran privat dari Dumbledore dan posisinya sebagai kapten Quidditch membuatnya sangat sibuk. Lagipula Harry sudah menetapkan hatinya pada satu gadis, meskipun gadis itu sepertinya belum menyadari perasaan Harry terhadapnya.

Tak hanya dalam hal olah raga dan fakta bahwa ia pernah menghadapi Voldemort yang membuat Harry menjadi pusat perhatian. Kemampuannya dalam pelajaran Ramuan juga sangat mencengangkan. Pelajaran yang dulunya selalu membuatnya dihukum oleh Snape itu, setelah berganti guru nyatanya membuat Harry menjadi murid terpandai. Namun bukan karena guru yang membuatnya seperti itu, namun karena Harry menemukan buku milik Pangeran Berdarah Campuran. Di sana, ia menemukan cara yang lebih tepat untuk membuat ramuan yang ditulis sendiri oleh Sang Pangeran.

DSC_1243

Bisa dibilang, diantara semua buku Harry Potter yang telah kubaca, buku inilah yang kurang memberikan keseruan. Di awal hingga pertengahan buku kita hanya disuguhkan oleh cerita mengenai keseharian Harry sebagai siswa popular. Tugasnya sebagai kapten tim, kisah cintanya, dan tentunya kisah cinta Ron dan Hermione. Tidak banyak aksi mengejutkan yang melibatkan pertaruhan hidup-mati, hingga kesannya datar-datar saja. Barulah di pertengahan hingga akhir buku, saat Harry mulai mengetahui maksud Dumbledore memberinya privat, kisah ini mulai berkembang.

Di seri ini kita akan diperkenalkan dengan Voldemort yang dulunya bernama Tom Riddle, apa yang membuatnya jahat dan apakah rahasia terbesar kekuatannya.

Ada satu kata yang diucapkan Mrs. Weasley kepada Harry yang membuatku merinding beberapa menit. Aku sampai membaca kalimat itu berkali-kali karena merasa itulah yang membuat kisah Harry Potter ini berawal.


“Yah, yang bisa kukatakan hanyalah bahwa hari ketika Ron memutuskan untuk duduk dalam kompartemenmu di Hogwarts Express adalah hari keberuntungan bagi keluarga Weasley, Harry”

– Mrs. Weasley (hal. 508) –


Akhirnya buku ini kembali ditutup dengan kematian salah satu tokoh. Kematiannyalah yang akan membawa Harry menuju pertempuran akhirnya dengan Voldemort.

Advertisements