5948312

  • Judul: Deeper (Tunnels #2)
  • Penulis: Roderick Gordon & Brian Williams
  • Penerjemah: Maria M. Lubis
  • Penerbit: Penerbit Mizan
  • Jumlah Halaman: 816 hal.
  • Rating: ★★★★☆

 

LEBIH DALAM, LEBIH GELAP, DAN LEBIH BERBAHAYA

Will semakin jauh memasuki dunia bawah tanah. Bersama Cal dan Chester, mereka berhadapan dengan kondisi yang sangat berbahaya: dikejar-kejar Limiter- divisi pasukan khusus Styx yang terkenal kejam- beserta anjing pelacak mereka yang sama kejamnya, para pemberontak, dan mahluk-mahluk aneh yang mengancam keselamatan mereka.

Ternyata, Styx sudah mulai mewujudkan rencana mereka, mengirim wabah ke dunia atas, berusaha memusnahkan Topsoiler dan merebut kembali tanah yang mereka janjikan.

Will tidak pernah menduga, perjalanannya di Deeper akan membawanya bertemu dengan hal-hal tak terduga. Dan perjalanannya belum berakhir, karena dia belum bertemu dengan Dr. Burrows.

– – –

Setelah berhasil menemukan sahabatnya, petualangan Will berlanjut. Di Deeps, segalanya tidak jauh lebih mudah. Bahkan setelah bertemu dengan dua sekutu baru, Elliot dan Drake. Bahaya yang mengancam mereka bukan hanya Styx, tapi mahluk hidup aneh yang sering kali muncul di tengah-tengah pelarian mereka.

Sarah Jerome, ibu kandung Will dan Cal yang di buku pertama hanya disebut-sebut saja, di Deeper Sarah telah mengambil peran dalam cerita. Berkat tipu muslihat yang dilakukan Styx padanya, Sarah beranggapan jika Will lah penyebab meninggalnya Tam, kakak kandung Sarah.


“Pepatah mengatakan, waktu menyembuhkan.

Tetapi, tergantung pada apa yang terjadi setelah itu”

– Sarah Jerome (hal. 56)


Setelah 12 tahun berada di dunia atas, Sarah akhirnya kembali lagi ke Colony untuk menerima instruksi dari Rebecca. Berbekal kemampuan Bartleby dalam melacak jejak Cal, Sarah pun memulai pencariannya terhadap Will di bawah kendali Styx dan Limiter.

Kisah di Deeper benar-benar terasa seperti kegelapan yang tak memiliki ujung. Bahaya datang silih berganti tanpa henti dan berkali-kali menguji mental Will, dkk. Gambaran kengerian Deeps juga benar-benar terasa nyata. Gelap yang pekat, udara yang lembab, bau bangkai, udara panas, dan kelelahan yang dirasakan tokoh-tokohnya seolah bisa kurasakan sendiri. Deskripsi keadaan yang ditulis RG dan BW benar-benar luar biasa detail. Bahkan dalam satu adegan saja bisa membutuhkan beberapa halaman untuk menggambarkan situasi yang dilihat dan dirasakan tokohnya.

Karakter tokohnya pun semakin berkembang. Jika kukatakan di review Tunnels bahwa tokoh-tokohnya tidak berkarakter, maka di Deeper semuanya membaik. Karakter Will yang tenang dan sabar semakin terlihat begitu harus menjadi penengah antara Chester dan Cal. Tokoh lain seperti Elliot dan Drake yang pemberani juga sukses membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca.

Bagian terbaik novel ini kurasa ada di bagian saat Will terjebak seorang diri di dalam Saluran Lava. Sebuah kegelapan total, tanpa air, tanpa teman, dan tanpa harapan. Jika berada di posisi Will, tentu akan membuat siapapun merasa putus asa.

DSC_1128

Yang menyebalkan adalah, beberapa kali kita harus dibawa kembali ke dunia atas untuk mengetahui keadaan Mrs. Burrows di RSJ. Aku beberapa kali harus melongkap halaman karena merasa bagian itu tidak begitu penting. Aku tidak peduli dengan nasibnya lagi. Bagian penceritaan Dr. Burrows juga cukup membosankan. Yang dia lakukan hanyalah mencari sesuatu yang tidak pasti. Terus berjalan tanpa tahu anaknya sedang dalam situasi hidup dan mati. Anehnya, meskipun perjalanan Dr. Burrows tidak bisa dibilang mudah, nasibnya sungguh mujur. Tak perlu berurusan dengan Styx dan Limiter yang bisa menembak kapapun. Bahkan sempat tinggal bersama Coprolite dan makan secara teratur disana.

Entah bagaimana kisah Will selanjutnya. Penulis sudah menghilangkan hal yang membuatku senang membaca buku ini. Aku mungkin akan butuh waktu untuk meredakan kekecewaanku sebelum membaca kelanjutannya. Tapi di luar kekecawaan itu, buku ini punya kisah yang luar biasa menantang.

Advertisements