28191772

  • Judul: The Martian
  • Penulis: Andy Weir
  • Penerjemah: Rosemary Kesauly
  • Penerbit: GPU
  • Jumlah Halaman: 528 hal.
  • Rating: ★★★★★

 

SANG PENJAJAH MARS

Enam hari yang lalu, astronaut Mark Watney menjadi salah satu orang pertama yang menjejakkan kaki di Mars. Sekarang dia yakin akan menjadi yang pertama mati di sana.

Mark ditinggalkan di Mars oleh rekan-rekannya, yang mengira dia tewas ketika terjadi badai pasir. Sekarang dia sendirian, tak punya sarana untuk mengirim sinyal ke Bumi, dan persediaan makanannya sudah pasti akan habis lama sebelum tim penyelamat bisa datang.

Tapi Mark belum mau menyerah. Berbekal keterampilan teknis dan kreativitasnya- plus rasa humor yang terbukti menjadi sumber kekuatan terbesarnya- dia memulai misi untuk bertahan hidup, menanam kentang untuk dimakan, dan bahkan menyusun rencana edan untuk menghubungi NASA di Bumi.

Rintangan demi rintangan berhasil diatasinya, dan Mark mulai yakin dia bisa keluar dari Mars hidup-hidup- tetapi planet ini ternyata menyimpan banyak kejutan untuknya.

– – –

Watney sendirian di Mars. Rekan-rekannya pergi meninggalkannya setelah mereka yakin Watney tidak selamat dalam sebuah badai besar. Dia punya pilihan, bertahan hidup atau menyerah. Jika memilih menyerah, ada cukup banyak morfin yang bisa membantunya segera keluar dari masalah. Bunuh diri. Jika ingin bertahan, Watney harus berusaha bertahan hidup dari dinginnya udara, keterbatasan air, oksigen, makanan, dan bertahan dari rasa kesepian.

Tetapi Watney adalah seorang insinyur teknik mesin dan ahli botani. Dia bisa melakukan banyak hal dengan ilmunya sambil menanti misi Ares 4 yang akan membawa manusia kembali ke Mars. Masalahnya, Ares 4 masih empat tahun lagi dan jarak pendaratannya 3200 km dari posisi Watney sekarang. Watney pun memutar otak untuk bisa bertahan hingga hari itu tiba. Setelah memutuskan untuk menyelesaikan masalah keterbatasan makanan terlebih dahulu, dimulailah kisah mengharukan nan konyol Watney dalam bertahan hidup di Mars. Sang penjajah Mars.


“Lubang pantatku bekerja sama kerasnya dengan otakku untuk membuatku bertahan hidup”

– Mark Watney (halaman 27) –


Saat diberitahu oleh teman tentang buku ini, aku langsung teringat sebuah film dengan tema serupa. Cast Away, ingat? Tentang seorang pegawai sebuah perusahaan jasa ekspedisi yang terdampar di pulau terpencil bersama beberapa paket kiriman. Dengan memanfaatkan barang-barang itu dia bertahan hidup sampai bantuan datang. Kisah The Martian pun seperti itu. Bedanya, ini di Mars. Sebuah planet yang terus menerus berusaha membunuhnya.

Kekuatan utama The Martian terletak pada detail informasinya. Dalam buku ini kita akan menemukan istilah-istilah kimia dan mesin yang akan membuat kita sakit kepala (setidaknya aku seperti itu). Untuk ukuran orang yang membenci kimia, aku seharusnya sangat menderita membaca buku ini. Tapi itu tidak terjadi. Berkat selera humor Watney, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca.


“Seandainya aku terkena radiasi sinar matahari, aku akan menderita kanker yang sedemikian parahnya sampai kanker itu pun terkena kanker”

– Mark Watney (Halaman 163)


DSC_1166.JPG

Kita diajak untuk ‘menemani’ Watney menjalani hari-harinya di Mars dengan membaca tulisannya tiap Sol (perhitungan hari berdasar matahari. Sekitar 24 jam lebih beberapa menit). Saat Watney berhasil melakukan sesuatu, aku ikut merayakan hal itu bersamanya. Lalu saat rencananya berubah berantakan, aku ikut merasa kecewa. Aku selalu dibuat cemas dengan resiko bahaya yang selalu berusaha menggagalkan apapun usaha Watney.


“… ada perbedaan antara tahu dan benar-benar mengalaminya”

– Mark Watney (halaman 153)


Lalu karena Mark sendirian di Mars, apakah kalian berpikir bahwa seluruh buku ini hanya menceritakan keseharian Watney? Tidak. Berkat penggunaan POV ganda, kita bisa mengetahui keadaan di bumi. Situasi yang dihadapi NASA dan rekan-rekan Watney yang sedang dalam perjalanan pulang ke bumi. Kita tahu seberapa keras usaha NASA untuk menyelematkan Watney. Tak hanya NASA, tapi seluruh dunia. Ini menggugah perasaanku. Jika kejadian seperti ini benar-benar terjadi, apakah respon dunia akan sama? Apakah Amerika sungguh-sungguh akan mengorbankan ratusan juta dollarnya untuk menyelamatkan satu nyawa?


“… pada dasarnya manusia memiliki insting alami untuk saling tolong”

– Mark Watney (halaman 527)


Membaca The Martian memberiku banyak tambahan informasi baru. Seperti, jarak bumi dan mars ternyata sekitar 12 menit cahaya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapainya. Bahwa paru-paru tak akan tahu jika kita kehabisan oksigen. Kita hanya akan kelelahan, pusing, tertidur lalu mati. Dan masih banyak lagi.

Aku tidak sabar menonton film The Martian. Dengar-dengar film ini menang di Golden Globe Award kategori Best Motion Picture (Musical or Comedy). The Martian layak mendapat skor sempurna, 5 bintang.

Advertisements