25477397

  • Judul: Half Wild (Half Bad #2)
  • Penulis: Sally Green
  • Penerjemah: Reni Indardini
  • Penerbit: Mizan Fantasi
  • Jumlah Halaman: 476 hal.
  • My Rating: ★★★★☆

 

SETENGAH LIAR. SETENGAH DIINGINKAN, SETENGAH DIBENCI.

Gadis yang dicintai Nathan menghilang.

Meskipun gadis itu mungkin telah mengkhianatinya, Nathan tetap mencarinya, menemukannya.

Nathan terlalu mencintainya.

Sementara itu, penyihir putih terus memburunya.

Penyihir hitam pun tak henti berusaha menyingkirkannya

Anugerah yang diterimanya dari sang Ayah semakin membuatnya menjadi ancaman.

Karena dia belum bisa mengendalikannya.

Ditengah perang antara penyihir putih dan hitam, bahaya terbesar yang mengancam Nathan adalah dirinya sendiri.

– – –

Setelah berhasil menemukan Gabriel kembali, Nathan bertekad untuk menemui Mercury untuk memintanya membebaskan Annalise. Ditemani rekan-rekan barunya, Nesbitt yang seorang separuh fain dan separuh hitam dan Van yang seorang penyihir hitam, mereka pun bertekad mencari tempat persembunyian Mercury.

Selain berusaha menemukan kediaman Mercury, hal lain yang menjadi fokus Nathan adalah mengontrol kemampuannya untuk berubah wujud. Setiap malam, ia berlari menuju hutan dan melatih dirinya agar bisa mengendalikan sosok binatang yang mendiami tubuhnya.

Buku kedua Half Bad ini benar-benar sangat sesuai dengan judulnya. Meskipun Nathan memiliki Gabriel yang akan selalu menenangkannya jika terjadi sesuatu, Nathan tetaplah memiliki insting liar seekor binatang. Dibanding menggunakan senjata saat bertarung, ia lebih senang menggunakan pisau. Mengoyak dan merobak perut targetnya seperti yang dilakukan hewan buas.

Sayangnya, meskipun pertarungan di buku kedua lebih banyak dibanding buku pertama, tetap saja buku kedua ini tidak menyuguhkan intensitas ketegangan sesuai ekspektasi awalku. Mercury yang di buku pertama digambarkan sebagai penyihir sakti ternyata begitu mudah dikalahkan. Belum lagi Nathan lebih banyak terpusat pada rencananya menyelamatkan Annalise, membuat ceritanya serasa beralih genre menjadi romantis.

Untungnya itu hanya berlangsung sementara. Setelah orang-orang dari masa lalu Nathan berkumpul satu demi satu, keseruan cerita mulai terbangun. Misi menghabisi pemimpin penyihir putih pun mulai dilaksanakan. Cerita yang datar-datar saja di awal benar-benar terbayar lunas di akhir cerita.

DSC_1090

Lalu berhasilkan Nathan menyelesaikan misinya? Bagaimana dengan anugerah-anugerah baru yang didapatkannya? Bagaimana kelanjutan hubungan Nathan dengan Annalise? Sayangnya, pertanyaan itu baru akan terjawab di bulan Maret. Mudah-mudahan Mizan Fantasi akan segera menerjemahkan Half Lost begitu seri ketiga itu terbit di negara asalnya.

Advertisements