Tags

, ,

magnus_chase_jacket_final

  • Judul: The Sword of Summer (Magnus Chase and the Gods Of Asgard #1)
  • Penulis: Rick Riordan
  • Penerjemah: Reni Indardini
  • Penerbit: Noura Books
  • Jumlah Halaman: 623 hal.

 

AKSI KONYOL SI ANAK DEWA DALAM MENCARI ‘PEDANG MUSIM PANAS’

Tak pantas dipilih, tak pantas mati,

Seorang pahlawan yang tak sanggup di emban Valhala.

Ke timurlah mentari bergerak, Sembilan hari lagi,

Dan Pedang Musim Panas membebaskan si buas dari belenggunya.

Sejak kematian ibundanya oleh serigala bermata biru, Magnus menggelandang sendirian di jalan Boston. Dia berusaha bertahan hidup dan melarikan diri dari kejaranpolisi dan para pekerja sosial. Hingga suatu hari, lelaki yang selalu ingin dia hindari memberitahunya sebuah rahasia aneh – bahwa Magnus adalah putra dewa.

Magnus sudah sering mengalami hal gila di kesehariannya. Tapi, ternyata, mitor-mitos itu nyata. Sesosok mahluk neraka muncul menyerang Magnus. Ia menginginkan Pedang Musim Panas milik Magnus yang konon bisa memperceoat kiamat Ragnarok.

Perjuangan Magnus baru saja dimulai, dan semuanya berawal dengan kematiannya.

– – –

Magnus sedang berulang tahun yang ke enam belas saat peristiwa tak masuk akal seketika mengubah seluruh kehidupannya (atau yang lebih tepat, kematiannya). Ia mati bersama Surt (mahluk api dari neraka) dalam usahanya mempertahankan Pedang Musim Panas. Belum apa-apa jagoan sudah mati. Konyol bukan? Tapi Rick Riordan menolak anggapan bahwa mati adalah akhir dari segala. Justru bagi Magnus, kematiannya adalah awal petualangannya.

Setelah mati ia di bawa ke Valhala, sebuah tempat di mana jiwa-jiwa yang mati secara heroik di bawa. Tapi bukannya hidup senang di sana atas jasanya membunuh Surt, Valhala malah menolaknya, dan Valkyrie yang telah memilihnya masuk Valhala pun dipecat. Atas bantuan ‘teman gelandangannya’ di dunia, Magnus pun melarikan diri kembali ke dunia. Dengan kata lain, Magnus hidup kembali.

Saya membeli buku ini setelah mendapat banyak rekomendasi dari teman-teman bookstagram. Saat buku ini terbit, euforia Rick Riordan langsung tersebar di jagad bookstagram. Pujian pun mengalir atas kepiawaian Rick meramu komedi dan kisah-kisah mitologi. Dan karena alasan itu pulalah saya membeli buku ini meskipun harganya menembus tiga dijit, karena (kata orang) ceritanya lucu dan heroik.

Saya selalu mencari buku yang bisa membuat saya tertawa dan/atau menangis. Dan sejauh ini belum banyak buku yang membuat saya merasakan kedua emosi itu. Magnus Chase masuk dalam jajaran buku yang gagal membuat saya tertawa meskipun (lagi-lagi, kata orang) ceritanya lucu.

Ya, ceritanya memang lucu. Bayangkan sebuah ‘pohon dunia’ yang rupanya adalah patung ‘beri jalan, bebek mau lewat’. Bayangkan bajing yang bisa berbicara, bayangkan memancing ular dunia dengan umpan kepala banteng raksasa. Dan seolah itu belum cukup konyol, Rick menebar lelucon-lelucon dalam setiap dialog tokohnya. Juga, di narasinya.

Namun sayangnya, lelucon itu tidak sedikitpun terasa lucu. Rick membuat kematian tokoh utama terasa konyol. Membuat alasannya tidak diterima di Valhala juga sangat konyol. Apapun yang dilakukan Magnus selalu terasa tidak serius karena Rick menggunakan terlalu banyak lelucon dalam setiap dialognya. Oleh karena itu, bagiku cerita ini tidak lagi lucu. Terlalu banyak lelucon.

cats

Ataukah memang cerita ini tidak diarahkan untuk dinikmati secara serius? Jika begitu, saya telah salah memilih buku. Saat membeli buku ini saya mengharapkan sebuah cerita petualangan yang seru karena melibatkan manusia-dewa-peri-kurcaci-dsb. Namun yang saya dapatkan adalah sebuah cerita komedi berbalut aksi penyelamatan dunia, bukan sebaliknya.

Buku ini tidak salah. Saya juga tidak mencap tulisan Rick Riordan jelek. Bagaimanapun Percy Jackson adalah salah satu seri yang dibaca banyak orang di seluruh dunia. Saya percaya Rick Riordan adalah penulis besar yang banyak menghasilkan novel-novel brilian berbalut kisah mitologi. Yang salah adalah saya bertemu dengan buku yang tidak tepat. Tulisan Rick bukan selera saya. Dan pengetahuan saya yang minim akan kisah mitologi ikut memengaruhi sehingga saya tidak bisa menikmati novel ini seperti orang lain. 3 BINTANG UNTUK MAGNUS CHASE #1

Advertisements